Eks penyerang Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menikmati sukses perdananya sebagai manajer dengan membawa Molde menjadi juara. Spekulasinya untuk menjadi manajer MU selanjutnya pun berkembang.Molde keluar sebagai juara setelah bermain imbang 2-2 dengan Stromgodset. Sementara beberapa saat setelahnya, Rosenborg, yang menjadi pesaing terdekat mereka, kalah 3-6 dari Brann Bergen. Hasil dari laga terakhirlah yang menentukan raihan juara Molde.
Dengan hasil di kedua laga tersebut, Molde unggul tujuh angka atas Rosenborg dengan dua pertandingan tersisa. Otomatis, perolehan angka Molde sudah tak bisa dikejar lagi.
"Kami sudah beberapa kali hampir mendapatkannya, jadi hasil ini sangat layak kami dapatkan. Ada atmosfer menakjubkan di ruang ganti dan kami akan menikmatinya malam ini," ujar Solskjaer seperti dilansir Guardian setelah pertandingan.
Sukses itu pun mengembangkan sebuah spekulasi. Apalagi kalau bukan wacana menaikkan Solskjaer sebagai manajer MU berikutnya, menggantikan Sir Alex Ferguson.
"Dia adalah pemain yang hebat dan bahkan sosok pribadi yang lebih hebat lagi. Mungkin dia akan menjadi manajer Manchester United suatu hari nanti," ucap David Beckham seperti dilansir Reuters.
"Dia akan segera menjadi manajer di Premier League + dan akan menjadi salah satu yang terbaik," tulis Rio Ferdinand dalam akun Twitter-nya.
Solskjaer memang mengenal MU luar-dalam. Dia pernah menjadi pelatih tim reserve The Red Devils dan menangani beberapa pemain muda yang sekarang mulai mencari kesempatan untuk masuk ke tim utama seperti Ravel Morrison, Will Keane, Ezekiel Fryers, dan Paul Pogba.
Pria yang selama bermain di MU dijuluki The Baby Faced Assassin ini dikenal dengan perhatiannya terhadap permainan. Oleh karenanya tak heran dia bisa tampil sebagai pembeda ketika dimasukkan--dan oleh karenanya sering dijuluki The Super Sub.
Namun, wacana masihlah wacana. Meski ada kemungkinan, Solskjaer disebut masih butuh waktu untuk membuktikan diri lagi. Faktanya, memang jarang anak buah Sir Alex Ferguson yang bisa menjadi juara ketika menjadi seorang manajer. Namun, prestasi Solskjaer baru "sekadar" menjadi juara Liga Norwegia menjadi dasar alasan dibutuhkannya pembuktian lebih lanjut.(DetikSport)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar